|
S
|
ebuah
benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda
ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada
gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaanya. yang
mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah istrinya, anaknya, ayahnya,
pemerintahnya dsb. mengapa? karena mereka tidak mempunyai andil dalam
penciptaan manusia.
Maksud hidup
Manusia
diciptakan untuk ibadah. “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan
(hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56).
Manusia
untuk menjadi khalifah “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini
khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30).
Manusia
untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai nabinya Rasulullah saw, “Kalian
adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar
ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110).
Jika
manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di
Jannah/surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan
kerajaan yang besar” (QS. Al Insan : 20).
Keperluan hidup
Yang
termasuk keperluan hidup manusia adalah Makan Minum Rumah Kendaraan Pakaian
Pernikahan, Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi.
Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah.
Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para
sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud
hidup. Perbedaan
orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup
adalah :
1. MAKAN
MINUM
Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan
kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih
kuat daripada kami…?” (QS. Fushsihlat : 15).
Orang beriman : Makan minum untuk beribadah agar bisa
berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab
sunnah Rasulullah saw maka akan diberi pahala oleh Allah swt.
2. PAKAIAN
Orang kafir : Tujuan menggunakan pakaiannya seperti
burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji. Orang
beriman Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.
3. RUMAH
Orang kafir : Rumah untuk kesombongan dan fungsinya
hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat),
WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop
mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga. Orang beriman :
Untuk Ibadah, Nabi SAW bersabda, “Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut
rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya
sebagaimana kamu memandang bintang-bintang di langi’.
4. KENDARAAN
Orang kafir : Menggunakan kendaraan hanya untuk
menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status social.
Orang beriman : Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid,
silahturahmi dll.
5. PERNIKAHAN
Orang kafir : Pernikahan mereka hanya untuk
menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan. Orang beriman : Untuk
Ibadah, sesuai sabda Nabi saw, “Orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya
lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah”.


