Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah
besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda,
anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat
Beliau, Usamah bin Zaid r.a. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita
tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut
kembali ke Madinah. Usaha dakwah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari),
jema'ah yang dipimpin Usamah r.a. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi…? Terjadi 3 perkara
besar yaitu:
1. Tentara Romawi dan
sekutu-sekutunya mau menyerang Madinah.
2. Banyak orang
kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.
3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.
Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar r.a. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah r.a. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah r.a. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar r.a. berkata, "Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!
Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.a. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut. Amirul Mukminin, Abu Bakar r.a. meminta kesediaan Usamah r.a. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid r.a. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar .ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menghadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar r.a. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar r.a. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar r.a. berkata, "Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".
Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.a. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah r.a. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah r.a. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.anhum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah r.a. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.
1. Maksiat meraja lela
dimana-mana.
2. Manusia sudah
enggan membayar zakat.
3. Munculnya agama
baru.
4. Munculnya Nabi
palsu.
5. Ummat islam
dihinakan.
6. Bencana alam.
7. Pembunuhan dan
perzinaan.
8. Sejuta permasalahan
ummat yang kita hadapi sekarang.
9. Kejahatan ummat terdahulu dikumpulkan kepada ummat
akhir zaman.
Solusi dari semua permasalahan ummat akhir zaman akan selesai.
Sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para sahabat. Yaitu : “MENGHIDUPKAN
KEMBALI USAHA DAKWAH”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar